Bundapradito’s Weblog
Just another WordPress.com weblog

Apakah kita terpaksa ?

Sudah seminggu lebih saya ga nulis di blog. Hmm… but, life must go on.
Begitu banyak hal yang sudah terjadi, namun saya belum sempat posting disini… tapi sudahlah. Yang penting air di rumah saya sudah mengalir kembali . Terimakasih Tuhan. 🙂
(ternyata pump airnya emang koslet…)

Sekarang saya mau ngomongin apa ? Kenaikan harga BBM ? Rasanya udah capek, karena imbasnya adalah kenaikan di sana sini. Mulai dari ongkos, harga susu si dede, sampe kebutuhan sehari-hari… ga perlu nunggu berhari-hari… begitu kenaikan BBM diumumkan, besoknya semua udah pada naik. So, kita mau bilang apa? Marah-marah sama kondektur yang minta tambahan ongkos gopek, padahal blom ada instruksi dari Organda? Mau complain saat bayar susu dede yang tiap dusnya naik 3000 perak? Atau ngedumel sama mbakyu penjual sayuran di rumah, yang mulai agak mahal ngejualin sayur mayurnya ? Ujung-ujungnya, … akhirnya kita harus menerima semua dengan terpaksa 😦
Ya, … mungkin (katanya) pemerintah juga terpaksa menaikkan harga BBM, mungkin juga mahasiswa yang demo juga terpaksa turun ke jalan, terpaksa melawan untuk membela diri, terpaksa berbuat anarki… mungkin. Apa betul semua yang kita lakukan itu karena terpaksa??? Bagaimana baiknya kita bersikap?? Apa harus diterima dengan rela dan ikhlas ? Sedangkan hati menjerit…

By : Bunda

Iklan

Belum Ada Tanggapan to “Apakah kita terpaksa ?”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: